Untitled Document
 
CSS Menu Builder
Untitled Document
Untitled Document
 
 
Seseorang tidak mendapatkan sesuatu kecuali apa yang telah diusahakannya. (QS 53: 39). Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah swt memudahkan & meridhoi usaha kita untuk mencapai & meningkatkan ketaqwaan.
Untitled Document
 
 
 
 
Lembaga-lembaga
 
 
 
Lembaga / Biro
 
 
 
 
   
Untitled Document
 
 
 
Informasi
 
 
 
 
 
   
Untitled Document
 
 
 
Link
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Proguest Lewat Unimus

ProQuest 
Enter your search terms:
 
   
 
  Diskusi Ilmiah
 
   
 
Kaleng Bekas Perangkap Nyamuk
 
 
    Setiap tahun demam berdarah dengue (DBD) masih jadi penyakit endemi yang meresahkan. Luas daerah penyebaranpun bertambah. Dari 177 kelurahan di kota Semarang, sekarang tak ada lagi yang bebas dari nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, pembawa virus mematikan itu.

Kaleng bekas perangkap nyamuk
Sayono SKM MKes(Epid)
Juara II kreatifitas / Inovasi Teknologi Tepat Guna
 
    Hal itu membuat Sayono SKM MKes (Epid) berupaya melakukan penelitian untuk mengurangi populasi nyamuk. Dia pun membuat peranti berupa kaleng perangkap nyamuk.
    Sistem kerja kaleng hasil penelitian dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (FKM Unimus) itu sangat sederhana. Telur nyamuk diperangkap dalam kaleng berisi air sehingga saat menjadi nyamuk muda tidak bisa keluar.

    Dia menggunakan kaleng bekas susu kental manis ukuran 350 ml. Tiga perempat bagian kaleng dia isi air bersih. Dia meletakkan spon setebal 1 cm berbentuk donat di atas airnya. Lalu diatas spon itu dia beri kasa nyamuk berperekat lem dan diatasnya di beri spon donat lagi.

Kaleng bekas perangkap nyamuk
Sayono SKM MKes(Epid)
Juara II kreatifitas / Inovasi Teknologi Tepat Guna
 
"Bentuk spon menyesuaikan bentuk kaleng. Jika kaleng kotak lebuh mudah melubangi bagian tengahnya daripada kaleng bundar. Kasa harus terbentang lurus agar tak terjadi lengkungan yang bisa membuat genangan untuk tempat nyamuk bertelur," kata pria kelahiran Purworejo, 17 November 1971, itu..
       
    Untuk menarik nyamuk masuk ke kaleng bisa menggunakan atraktan, yakni zat penarik penciuman serangga. Atraktan bisa berasal dari air rendaman jerami 10%, air rendaman udang atau kerang 10%. Air itu akan menghasilkan CO2 dan amoniak.
    "Dalam waktu beberapa menit spon menjadi lembab. Nyamuk akan masuk dan berlindung ke dalam cincin spon. ia akan bertelur disana. Telur akan jatuh ke dalam air. Dalam waktu dua jam telur menetas jadi larva nyamuk dan berubah menjadi pupa dalam waktu sekitar enam hari. Dua-tiga hari kemudian pupa berubah menjadi nyamuk muda. Nyamuk muda yang hendak keluar terhalang kasa dan akan mati dengan sendirinya" .
    Jika hanya mengandalkan pengasapan, nyamuk justru mengalami resistensi. Tahun 2006 sudah terdeteksi 16-30% nyamuk dewasa ditemukan resisten. Sayono SKM MKes (Epid) mengakui metode itu saling melengkapi dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengasapan. Terbukti, setelah penelitian di Bangetayu, 40 rumah yang diberi metode kaleng dan PSN, angka proporsi rumah yang berjentik yang diperiksa turun 27%. Nyamuk akan mati secara alami sesuai pergantian musim.
    Sayono SKM MKes(Epid) berharap penelitian itu masuk kurikulum untuk pelajaran keterampilan. Dia ingin siswa SD bisa membuat kaleng perangkap nyamuk. (Sumber: Suara Merdeka, 14 januari 2010).
   
 


 
 
   
   
   
 
  Untitled Document
  Copyright © 2009 Universitas Muhammadiyah Semarang
Contact: info@unimus.ac.id or tik@unimus.ac.id
Anda pengunjung ke: 12140